BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN
Menurut kamus besar bahasa indonesia, diskusi di artikan sebagai suatu pertemuan ilmiah untuk bertukar pikiran mengenai sustu masalah. Diskusi biasanya membahas suatu topik yang menjadi perhatian umum dimana masingp-masing anggota kelompok mempunyai kesempatan yang sama untuk bertanya dan memberikan pendapat.,
Metode pembelajaran diskusi adalah suatu cara penyajian bahan pelajaran dimana guru memberi kesempatan kepada para siswa(kelompok-kelompok siswa) untuk mengadakan pembicaraan ilmiah guna mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan, atau menyusun berbagai alternatife pemecahan suatu masala.dengan demikian metode pembelajaran diskusi dapat dikatakan sebagai metode partisipatif dan juga termasuk metode kooperatif. Menurut Moh. Surya (1975:107)diskusi kelompok merupakan suatu proses bimbingan dimana murid-murid akan mendapat suatu kesempatan untuk menyumbangkan pemikiran masing-masing dalam memecahkan masalah bersama. Dan menurut Moh. Uzer Usman (2005:94) menyatakan dahwa kiskusi kelompok merupakan suatu proses yang teratur yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang informal, pengembangan kesimpulan atau pemecahan masalah.
Berdasarkan pengertian tersebut, maka dapat di tarik kesimpulan bahwa layanan bimbingan belajar dalam bentuk kelompok dalam bentuk diskusi kelompok adalah suatu cara atau teknik bimbingan yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka, dimana dalam setiap anggota kelompok akan mendapat kesempatan untuk menyumbangkan pikiran masing-masing serta berbagi pengalaman atau informasi guna pemecahan masalah atau pengambilan keputusan.
B. JENIS-JENIS DISKUSI
a. Whole group (lecture discussion)
Adalah diskusi kelompok utuh dimana kelas di modifikasi menjadi satu kelompok dengan posisi guru berada di hadapan suatu kelas dan memberi informasi serta pertanyaan kepada para siswa dan siswa juga mengambil bagian dengan menjawab pertanyaan. Kelas whole group lebih ideal apabila jumlah anggotanya tidak lebih dari 15 orang.
b. Buzz group
Suatu kelompok besar dibagi menjadi beberapa kelompok kecil, terdiri atas 4-5 siswa. Tempat di atur agar siswa dapat berhadapan muka dan bertukar pikiran dengan mudah. Diskusi dilakukan di tengah atau di akhir pelajaran dengan maksud menajamkan bahan pelajaran atau menjawab pertanyaan-pertanyaan.
c. Panel (round table discussion)
Suatu kelompok kecil, biasanya 3-6 siswa. Mendiskusikan satu objek tertentu, duduk dalam susunan semi melingkar, dipimpin oleh satu moderator.
d. Syndicate group
Suatu kelompok kecil yang terdiri dari 3-6 siswa. Masing-masing kelompok kecil melakukan tugas-tugas tertentu. Guru menjelaskan garis besar suatu masalah. Kemudian tiap-tiap kelompok diberi tugas untuk mempelajari suatu aspek tertentu.guru menyegiakan referensi dan informasi.
e. Brainstorming group
Merupakan diskusi uraian pendapat, dimana setiap kelompok menyumbangkan ide-ide baru tanpa dinilai segera.
f. Symposium
Merupakan diskusi dimana beberapa siswa membahas tentang berbagai aspek dari sebuah objek tertentu, dan membacakan di depan kelas secara singkat (5-20 menit), kemudian di ikuti dengan sanggahan dan pertanyaan dari para pemdengar.
g. Colloquium
Merupakan diskusi dimana seseorang atau sumber menjawab pertanyaan dari siswa, dan siswa melakukan wawancara terhadap orang atau sumber tersebut.
h. Informal debate
Yaitu diskusi yang di lakukan dimana siswa derhadapan satu sama lain dan membahas perdebatan yang bersifat problematika bukan yang bersifat actual.
i. Fish bowl
Siswa di bagi menjadi beberapa kelompok, yang disebut sebagai (kelompok dalam) mendiskusikan suatu masalah tertentu, dan kelompok lainnya (kelompok luar) sebagai pendengar.
C. KELEBIHAN METODE DISKUSI
a. Melatih siswa belajar untuk mengemukakan pemikiran dan pendapat.
b. Memberikan kesempatan siswa untuk memperoleh penjelasan-penjelasan dari berbagai sumber.
c. Member kesempatan siswa dapat mwnyelesaikan problem bersama-sama.
d. Melatih siswa untuk berdiskusi di bawah asuhan guru.
e. Merangsang siswa untuk ikut mengemukakan pendapat sendiri menyetujui atau menentang pendapat teman-teman.
f. Mengembangkan rasa solidaritas/toleransi terhadap pendapat yang bervariasi.
g. Melatih siswa untuk dapat berfikir secara matang-matang sebelum berbicara.
h. Melatih siswa berbicara secara sistematis.
i. Menambah wawasan siswa terhadap problem yang di bahas.
D. KEKURANGAN METODE DISKUSI
a. Tidak semua tupik dapat di jadikan metode diskusi hanya hal-hal yang bersifat problematic saja yang dapat didiskusikan.
b. Diskusi yang mwndalam memerlukan banyak waktu.
c. Sulit menuntukan batas luas atau kedalanan suatu uraian diskusi.
d. Biasaanya tidak semua siswa berani menyatakan pendapat.
e. Pembicaraan di dalam diskusi lebih di domonasi oleh siswa yang berani dan telah terbiasa bicara.
f. Memungkinkan minculnya rasa permusuhan antar kelompok,dan menganggap kelompoknyalah yang paling benar.